Tampilkan postingan dengan label snapshoot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label snapshoot. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Snapshoot #10: My Sweet Black-White Revolution

"latihan monokrom kayaknya nggak sesuai kalau sama kamu
soalnya selama ada kamu disampingku, hidupku nggak pernah hitam putih. Berwarna Terus..."
(Friday, 30 March 2012)


          Lama sekali nggak jalan-jalan bareng SLR yang hampir 1 bulan nganggur di rumah, karena kasihan melihat SLR saya yang udah sebulanan nganggur akhirnya saya pekerjakan dia dengan cara saya ajak jalan-jalan keluar rumah. Yup..hanya keluar rumah. Kenapa? Soalnya saya males kalau jauh-jauh. Kenapa males jauh-jauh? Soalnya banyak demo. Kenapa banyak demo? Soalnya BBM naik jadinya banyak demo dimana-mana. Kenapa BBM bisa naik? TAKDIR (jawaban ini yang membuat anda berhenti bertanya!). Photo was taken by Canon EOS-1000D

Setetes Air untuk Kehidupan....

Sandal Usang yang Malang
Senyum Sahabat!!!
Keep Struggle!



Selasa, 31 Januari 2012

Snapshoot #9: LEVITASI Flying Without Wings

"Pengen deh foto melayang kayak Superman..."
(Selasa, 31 Januari 2012)

Levitasi merupakan teknik fotografi yang membuat sesuatu/seseorang memiliki kesan seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu, kayak karya kerennya Natsumi Hayashi (salah satu fotografer terkenal di Jepang karena karya levitasinya. Seperti karya dibawah ini yang kebetulan hasil copy-paste dari blognya...





Pertama kali liat foto-foto ini tak kirain pake teknik khusus atau alat bantu tapi ternyata TIDAK! Caranya cukup simple kok, kayak yang gue lansir dari http://macaronimia.com
Tips membuat foto levitasi tanpa editing:
  • Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
  • Foto levitasi tanpa editing dapat  dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
  • Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
  • Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
  • Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
  • Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
  • Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
Simple kan? (walaupun saya masih banyak gagal juga dalam berlevitasi ria), secara dalam hal levitasi itu modelnya wajib kudu bin fardlu bisa memperlihatkan ekspresi wajah se-alami mungkin sehingga nggak terkesan dibuat-buat jadi hasilnya juga tampak lebih natural. Tunggu next posting LEVITASI dari saya ya....

Kamis, 12 Januari 2012

Sabtu, 07 Januari 2012

Snapshoot #7: Another Life in Another Shoot


Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
(QS. Faathir, 35: 27-28)

Sabtu, 31 Desember 2011

Snapshoot #6: Sweet Memories IBE (International Biology Education) in Honeybee Batang-Semarang

"Lebah bisa bikin madu, tapi kamu bisa bikin cinta dihatiku"
(Batang-Semarang, 23 Oktober 2011)

     Akhirnya anak-anak IBE (International Biology Education) UNY bisa liburan juga di semester 3 yang super padat ini, apalagi pikniknya gratis alias gretongan alias nggak bayar alias dibayarin sama pihak kampus ke daerah Batang-Semarang (tau kan? kalau nggak tau...NDESO!). Rasanya tuh kayak ngebelah langit berlapis-lapis, terbang bersama paus akrobatis menuju bintang paling maniiisss (iklan), intinya untuk sejenak bisa melepas kepenatan sama seabreg laporan dan kawan-kawannya itu.:D
      Oke...perjalanan kita mulai dari kampus! Nah, disini yang paling nyenengin soalnya kami semua berangkat dari kampus jam 3 pagi dimana yang lain pada tidur eeehh...kita malah ngumpul di kampus kayak gembel! =,= sampe-sampe ada bapak-bapak yang kebetulan ada di deket kampus itu ngeliatinnya dengan tatapan aneh campur heran dicampur bingung, mungkin kalau kita keluarin apa yang ada di pikiran bapaknya itu dia ngomong gini, "mbak-mas, masih sehat wal'afiat to? Sadar kan? Jam 3 gini mau ngapain ke kampus? nemenin satpam buka gerbang?" (kalau kata Aziz, teman saya paling juga dijawab "sedih ora??"). Tadinya aku udah niat nawaittu kalau ntar selama perjalanan di dalam bis aku mau tidur nyenyak eeee....ternyata nggak bisa (harap dimaklumi kalau teman-teman seperjuangan saya ini tipe-tipe orang yang nggak bisa diem ---->> Ada aja yang diomongin). Nggak terasa sampailah kita ke Temanggung (kota sejuta tembakau) mampir ke masjid buat sholat shubuh! Setelah melakukan kewajiban kita sebagai umat muslim, lanjut lagi perjalanan kita dan akhirnya transit dulu buat makan di daerah eeemmm....mmm....eemmmm... (lupa aku daerah mana, pokoknya ada kamar mandinya trus ada tempat makannya juga wkwkwkkk). 
    
Suasana Makan di Tempat yang Aku Sendiri Lupa Namanya... :D

   Usai makan dan membabat habis semua makanan, kami lanjutkan ke tujuan utama kami yaitu...jeng...jeeenggg..jjeeeeeeeennnnggg... PETERNAKAN LEBAH! Disini kami melihat bagaimana lebah-lebah yang unyu itu bercengkrama satu sama lain dan bercengkrama dengan teman-teman IBE (baca: disengat), contohnya si Isma yang disengat lehernya juga si Udin yang disengat keteknya! Itu ngakak abissss.... :D
Langsung aja dilihat dokumentasinya hanya untuk anda, monggooooo....
(diambil dengan kamera Canon EOS 1000D)




Bahwa madu mempunyai berbagai khasiat untuk kesehatan manusia, antara lain tercantum dalam Kitab Suci Weda yang kurang lebih menyatakan: "Hidup manusia akan diperpanjang dan diawetkan jika dalam makanannya sehari-hari selalu ada madu…..," (Kompas, 15 November 1988)




"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(QS. An-Nahl: 68-69)

*dan paginya kami dapat kabar bahwa hari itu Ujian Tengah Semester Mata Kuliah BSM, aaaaarrrrgggghhhhh...!!!! (//,\\)

Jumat, 30 Desember 2011

Snapshoot #4: Hello Morning!!!

"Kalau kamu jadi pagi, aku rela deh jadi embun"
(Subuh hari, 29 Agustus 2011 05:56 am)

    Dibangunin pagi-pagi sama ibu, diopyak-opyak (disuruh sambil dibaweli) buat jalan-jalan pagi. padahal semalem nglembur bikin tugas sampe jam 1 pagi. Tapi akhirnya bangun juga dan ikutan jalan-jalan walaupun sepanjang jalan saya nggak berhenti menguap sambil ngucek-ucek mata, nggak tau waktu itu mungkin separuh jiwa saya masih di tempat tidur bersama bantal guling! :D
Seketika rasa kantuk saya hilang tatkala mata saya melihat sesuatu berwarna putih bening berkilau dan memantulkan sinar dari matahari pagi. Saya pikir itu berlian atau kristal yang dijatuhkan Tuhan dari langit untuk saya (ngarep... :p), tapi ternyata hanya embun. Awalnya nampak biasa tapi semakin lama saya perhatikan ternyata menarik juga untuk jadi bahan objekan saya! Berikut dokumentasinya untuk anda! Enjoy... :D

Serangga kecil di pagi hari...
Ada 10 butir di satu helai GREAT!
Berlian gratis dari alam :)
Embun pagi penghilang dahaga
Model cantik dari Tuhan...
Struggle is Winner!!!


"Aku ingin menjadi embun yang senantiasa menemani mu bersama mentari pagi, aku ingin menjadi embun yang senantiasa memberimu kesejukan, dan aku ingin menjadi embun menyegarkan kembali rasa yang dulu pernah ada diantara kita"

Snapshoot #3: Dragonfly in Starting Dragon Year (2012)

"Tau persamaannya Capung sama kamu nggak? Penglihatannya sama-sama luas alias jelalatan!"
(Minggu tenang, 29 Desember 2011 09:14 am)

Tepatnya 5 hari sebelum ujian semester 3 terlintas keinginan untuk membudidayakan (cieee...budidaya!) si slr yang hampir 1 bulan terakhir ini dianggurin gara-gara kepentok tugas dan laporan yang seabrek-abrek, ini belum termasuk responsi dan makalah lalu presentasi (curcol penderitaan semester 3). Akhirnya saya putuskan untuk hunting di sawah depan rumah saya (kebetulan depan rumah saya ada sawah, maklum orang desa alias wong ndeso) hehee...
Ketika lensa si slr mulai beraksi, tiba-tiba ada yang lewat didepan saya dan itu nggak cuma 1 atau 2 melainkan banyak bahkan buanyyyaaaakkk (lebai... :p), yup...capung alias kinjeng yang masuk dalam family Libellulidae!

Berikut hasil jepretan saya (yang tergolong masih amatiran)...
Harap Maklum!!! (^,^)v

Mencoba Makro...
Warnanya Cantik... :)
Nemplok di kayu, nggak nyadar kalo dia yang jadi model... :O
Ternyata Kinjeng Menyukai Sandal Saya...

"Salah satu hal paling menarik yang ada pada capung adalah bentuk matanya. Serangga ini memiliki mata yang besar dengan ribuan lensa yang bersegi-segi seperti pada lebah. Dengan mata yang besar dan bersegi-segi tersebut, capung dapat melihat ke segala arah. Hal inilah yang membuat kita agak kesulitan ketika ingin menangkap hewan ini walaupun dari belakangnya sekalipun"


Jumat, 29 Juli 2011

Belajar Fotografi


1. Dept Of Field
Depth of field merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman (depth) yang terbagi atas foreground (depan) dan background (belakang). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.
2. Freeze
Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.
3. Movement
Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.
4. Panning
Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
5. Bulb
Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.