Kamis, 12 April 2018

Attempted Suicide

Kubundarkan purnama hanya untukmu 
Kuheningkan desau angin gunung-gunung 
E ya e yo Sunyi sempurna 
E ya e yo Menanti cintamu 
Burung pungguk 
Merindukan Sang Rembulan 
Bujuk rayu sangkanya tangga ke bulan 
Dia sangka tangganya menjangkau 
Dia sangka tangannya kan menggapai 
Dua belas tahun Sinta 
Kunanti lirih cintamu 
Dua belas jangka singkat 
Bandingan jangka tanpamu 
Kau bergeming tak beranjak 
Seangkuh pohon Asoka 
Dulu sanggup kau bertapa 
Lima puluh ribu tahun 
Sampai lima puluh ribu tahun pun 
Cintamu tetap aku tunggu 
Kau tunggu 
Sampai gunung laut babak belur 
Pun aku akan tetap tunggu 
Kau tunggu 
Sampai gempor bulan langit bintang-bintang 
Pun aku akan tunggu 
 Ka tunggu Sinta dengar sampai kau mati, 
hidup lagi Mati hidup, hidup lagi 
Rahwana Dewi Sinta, 
mirah ingsun Embun titik-titik embun 
Tetes-tetes di Taman Soka 
Kembang bakung fajar waktuku 
Waktu hidup alam fana 
Detak debar degub desir rasaku Dewi Sinta, 
mirah ingsun 
Tahan kalau memang 
Cinta Sinta kuterlarang 
Kenapakah kau bangun megah 
Rasa ini dalam di relung sukmaku 
Tuhan Aku bukan burung pungguk 
Kalau bukan burung pungguk 
Burungmu burung apakah
Burung emprit burung gantil 
Burung burung sebangsa
Lebih sakit masih hidup padahal dah mati 
Aji Pancasona-ku ternyata mengekalkan hidupku 
Tanpa cinta sang Dewi Sinta 
Hmmm 
Hidup lebih mati tanpa cinta



(Sujiwo Tejo, Rahvayana)

2 komentar:

  1. Hai, btw, tulisan kamu bagus nih, jarang masih ada yang giat ngeblog. Boleh juga, kalau berkenan, untuk berkunjung ke blog aku di Ankajournal.blogspot.co.id. Thanks, salam kenal...

    BalasHapus
  2. salam kenal...
    baru mulai semangat nulis lagi kok ini. siappp Ndan...

    BalasHapus