Selasa, 10 April 2018

SECANGKIR KOPI DI PAGI ITU

Hampir setiap kali kucium aroma kopi,
pikiran selalu membawaku kesana
alam sadarku seraya mengajakku
untuk selalu bercengkrama dengan masa itu
sebuah masa dimana kopi bukanlah hal yang pahit untuk dinikmati
namun kopi menjadi sebuah hal yang harum dan menyejukkan

Aroma kopi...
aku memang tak mahir membedakan berbagai jenis kopi
bahkan menurutku semua rasanya sama, PAHIT
namun kopi yang diseduh pada masa itu terasa berbeda
rasanya MANIS...
MANISSSS sekali...
jauh lebih manis dari gula-gula...

Mengenai kopi...
di setiap kesempatan, entah kenapa aku menyukai frappucino
aku menyukai sensasi krim yang bercampur dengan kopi
terasa nikmat dan menenangkan...
Selain itu, aku menyukai latte...
bukan karena rasanya, namun seni gambar yang ada diatasnya...

Namun...
dari beberapa jenis kopi yang entah aku tak tau cara membedakannya
aku menyukai kopi hitam
secangkir kopi hitam yang begitu kental dengan rasa pahitnya
secangkir kopi hitam yang seraya mengajarkanku...
bahwa di dalam hidup tidak hanya mengharapkan manis saja, namun juga pahit
meski demikian... tetap harus bisa menikmatinya...
bukankah kopi terkenal dengan rasa pahitnya?
HAHAHA... tertawa seperti ini adalah caraku menikmati kopi yang rasanya pahit.

"Cinta dalam diam layaknya kopi hangat yang kau seduh saat menyambut ufuk ataupun melepas senja. Di sana, akan kau temukan betapa pahit dan pekat rasa seduhannya. Semua terasa sulit kita raba, senada dengan cinta dalam diam yang begitu tertatih untuk kita jaga dan juga kita tumbuhkan benih harapannya pada tiap letupan. Namun seperti halnya secangkir kopi hangat, maka meski dalam pahit dan pekat kau terus mencoba merasakan dan mempertahankan cintamu, di sana akan kau temukan sepercik rasa manis dan juga aliran hangat yang akan menenangkanmu dan membuatmu tersenyum saat kau menggoreskan penamu untuk menulis tentang seseorang yang kau cintai"
(adapted: Filosofi Kopi Hitam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar